Kena Kritik, Masa Depan Goatze di Bayern di pertanyakan, Ini jawaban Guardiola!

Kena Kritik, Masa Depan Goatze di Bayer di pertanyakan, Ini jawaban Guardiola!

Akhir-akhir ini, sepertinya langkah Mario Goetze diiringi dengan berbagai macam kritikan. Salah satunya adalah kritikan keras yang diterimanya dari Franz Beckenbauer, presiden kehormatan dan juga legenda Bayern. Beckenbauer menilai bahwa gelandang Bayern Munich tersebut harus bersikap lebih dewasa. Menurut Beckenbauer, pemain berusia 22 tahun itu bermain dilapangan layaknya pemain muda dimana dia akan berhenti bermain jika merasa telah kalah duel. Tindakannya itu kekanakkan dan tidak cocok dengan The Red. Karena hal itulah, rumor bahwa pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014 itu akan didepak dari The Red.

Menanggapi itu, Josep Guardiola selaku manager klub membantah rumor pemain asal Jerman itu akan keluar dari klub. Guardiola mengatakan bahwa mantan pemain Dortmund itu merupakan pemain muda yang berbakat dan banyak membantu timnya. Menurut Guardiola, dirinya memang tidak memberi waktu bagi pemain yang di transfer pada transfer window musim panas itu untuk bermain pada beberapa pertandingan terakhir, terutama 2 leg semi final Liga Champion melawan El Barca. Mantan pelatih Barcelona itu menegaskan kalau Goetze akan tetap membela The Red.

Beckenbauer bukan satu-satunya yang memberikan kritikan kepada Goatze. Para pendukung Bayern juga dibuat mengamuk karena kekalahan telak 3-0 saat melawan Barcelona di leg pertama Liga Champion. Pasalnya, gelandang Internasional Jerman itu terlihat asyik mengobrol dengan pemain Blugrana Marc Andre Ter Stegan. Namun masalah itu, Goetze sudah meminta maaf atas sikapnya itu. Mengenai kritikan dari pelatih Der Panzer, Goatze memilih tidak terlalu menanggapi dan menyerahkan masalah itu kepada Guardiola. Dirinya memang hanya bermain pada babak kedua pada dua pertandingan semi final Liga Champion melawan El Barca.

Sedikitnya waktu bermain tentunya merupakan salah satu penyebab dirinya tidak bisa bermain maksimal dan menunjukkan aksinya di hadapan El Barca. Goatze mengatakan kalau sebagai pemain, tentu saja dia menyerahkan masalah permainan kepada pelatih. Pelatih yang memutuskan siapa saja yang akan menjadi starting line-up, siapa saja yang akan diganti karena pada kenyataannya, sang pelatihlah yang menyusun taktik permainan. Jadi sebagai pelatih, dia hanya berusaha untuk bermain sebaik-baiknya jika dia diberi kesempatan dan kepercayaan untuk bermain membela The Red.

Guardiola menegaskan bahwa musim ini bukan musim kegagalan Die Roten, meskipun mereka hanya mendapatkan satu trofi saja karena kalah dalam semi final Liga Champion dan juga tersingkir oleh Dortmund di semi final saat berusaha mempertahankan trofi DFB-Pokal. Menurut Guardiola, Die Roten musim ini bermain dengan luar biasa. Pria asal Spanyol itu mengatakan kalau kekalahannya dari Barca di Semi final Liga Champion bisa dijadikan pelajaran tentang kesalahan-kesalahan permainan mereka, dan tentu saja masih ada kesempatan baru yang menanti di hari esok. Selain itu,peluang baru di Liga Champion musim depan juga sudah menanti mereka.

Isu Kepindahan De Gea Semakin Memanas

Isu Kepindahan De Gea Semakin Memanas

Kabar tak sedap kembali beredar di Old Trafford. Kiper utama mereka David De Gea diisukan akan segera meninggalkan klub kebanggaan kota Manchester itu. Spekulasi ini berhembus seiring dengan belum rampungnya proses perpanjangan kontrak dari pemain asal Spanyol itu, meski pihak The Red Devil sudah menawarkan kontrak baru yang bernilai tinggi kepada pemain berusia 24 tahun ini.
Kabarnya, De Gea telah masuk dalam radar bidikan salah satu klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Klub berjuluk Los Blancos itu ingin sekali mendapatkan tanda tangan De Gea untuk menggantikan posisi kiper utama mereka yang sekarang, Iker Cassilas yang memang permainannya dinilai tidak konsisten di beberapa pertandingan terakhir. Diisukan, De Gea sudah menerima kontak dari Real Madrid dengan bayaran sebesar 4 juta euro per musimnya.

Kasus ini pun mendapatkan reaksi dan komentar dari beberapa pihak. Yang paling utama berasal dari arsitek Setan Merah sendiri, Luis Van Gaal. Van Gaal mengaku belum mengetahui secara pasti apa keinginan salah satu anak asuhnya di Manchester United ini. Apakah bertahan di Old Trafford atau hengkang. Namun, menir asal Belanda ini sudah bersiap bila kemungkinan buruk terjadi pada kasus kepindahan De Gea, walaupun dia berharap agar De Gea bisa tetap bertahan di Old Trafford. Pelatih berusia 64 tahun ini berujar bahwa dia telah menyiapkan beberapa nama untuk menggantikan posisi De Gea sebagai kiper utama Manchester United yang tentunya didukung dengan beberapa kucuran dana segar di musim panas nanti.

David De Gea Quintana mulai berkarir di Manchester United pada musim panas 2011. Setan merah membeli kiper timnas Spanyol itu dengan mahar 18,5 juta euro dari salah satu klub peserta La Liga Spanyol, Atletico Madrid. De Gea dikontrak oleh Manchester United untuk menggantikan kiper utama sebelumnya, Edwin Van Der Sar yang memutuskan pensiun pada waktu itu selama 5 tahun. Dengan nilai transfer yang sebesar itu, De Gea menjadi kiper termahal Liga Premier Inggris pada tahun 2011, yang sebelumnya dipegang oleh kiper asal Sunderland, Craig Gordon dengan nilai transfer sebesar 9 juta euro.

Prestasi De Gea di level klub memang tergolong baik. Sejak kedatangannya ke Old Trafford 4 tahun silam, De Gea sudah menyumbangkan gelar Community Shield untuk United dengan mengalahkan si tetangga berisik Manchester City. Untuk level internasional, De Gea bahkan turut menyumbang gelar juara Piala Eropa dan runner up Piala Dunia U-17 untuk Spanyol. Selama berkarir di Old Trafford, De Gea berevolusi menjadi kiper yang hebat. Dia mulai disejajarkan dengan kiper hebat lainnya, seperti Gianluigi Buffon, Manuel Neuer dan Petr Cech. Ia pun sempat disamakan dengan kiper legenda Manchester United seperti Peter Schmeicel dan Edwin Van Der Sar.

Isu Kepindahan Jeremy Menez Hanya Rumor Belaka

Isu Kepindahan Jeremy Menez Hanya Rumor Belaka

Rumor kepindahan winger Timnas Perancis, Jeremy Menez, memang belakangan santer terdengar. Menez dikabarkan akan segera meninggalkan San Siro pada akhir musim ini. Pemain kelahiran Prancis itu telah menjadi salah satu bintang untuk I Rossoneri musim ini. Surat kabar Italia menuliskan bahwa ada ketertarikan dari salah satu klub peserta Ligue 1, AS Monaco untuk membawa pemain yang berposisi sebagai sayap itu kembali ke tanah kelahirannya. Monaco dapat menawarkan kesempatan bermain di pertandingan Liga Champions musim depan, yang tidak diraih Milan.

Selain Monaco, tampaknya Liverpool juga berminat mendatangkan Menez ke Anfield. Pemain berusia 26 thun ini dibutuhkan untuk menggantikan posisi Raheem Sterling yang memustuskan tidak memperpanjang kontraknya dengan Liverpool dan Daniel Sturridge yang mengalami cedera cukup serius sehingga harus absen cukup lama.

Akan tetapi, sang agen, Kevin Menez mengaku bahwa kepindahan ini hanya isu belaka. Sampai saat ini masih belum ada kontak serius dari tim mana pun berkaitan dengan kepindahan Jeremy Menez. Kevin menambahkan bahwa untuk sekarang ini Menez juga bahagia berada di kota Milan. Dari pihak manajemen klub juga tak mengatakan apa pun pada kami, sehingga tidak ada alasan apa pun untuk hengkang dari klub kebanggaan kota Milan ini. Kevin juga berkomentar bahwa dalam industri sepak bola modern seluruh pemain bisa dijual, namun kami masih belum bisa memperoleh kontak dari tim mana pun dan Menez juga masih sangat bahagia di Milan, di mana Menez sedang menjalani musim yang terbaik di karier sepak bolanya tersebut.

Dalam karir sepak bolanya, Menez memang tercatat sering mengalami gonta ganti klub. Karir profesionalnya dimulai dari klub asal negara kelahirannya, Perancis dan bergabung dengan Sochaux. Menez sempat merumput bersama Sochaux selama 2 musim serta mengemas 7 gol dari 55 penampilan. Kemudian pada tahun 2006, Menez memutuskan pindah ke klub asal Perancis lainnya, AS Monaco dan bermain selama 2 musim juga serta mengemas 14 gol dari 57 penampilan.
Karir menez beranjut ke Liga Serie A Italia setelah menerima pinangan dari sang Srigala Roma, AS Roma. Di klub kebanggaan ibukota Italia tersebut, karir Menez mulai melejit. Walaupun dia hanya mengemas 7 gol dari 84 penampilannya tapi dia juga turut andil mengantarkan AS Roma kembali mengikuti kompetisi Liga Champions Eropa. Setelah AS Roma, Menez kembali ke Perancis dan bergabung dengan raksasa Perancis, Paris Saint Germain. Dia menghabiskan 2 musim di Paris dengan mengemas 14 gol dari 79 penampilan sebelum dia memutuskan berkarir di AC Milan hingga sekarang. Jeremy Menez sendiri telah berhasil untuk mengoleksi 16 gol dari 33 penampilan yang dia jalani di Liga Serie A Italia bersama AC Milan.

Kabar gembira datang dari ranah Anfield. Kabarnya, salah satu pemain muda mereka, Jordon Ibe akan segera menandatangani kontrak berdurasi lima tahun. Menurut sumber berita harian Liverpool, pemain berusia 19 tahun itu akan mendapatkan kontar baru dengan gaji sebesar 30.000 pound atau 300 juta rupiah. Ini merupakan hasil penampilan impresifnya sejak ditampilkan sebagai tim utama setelah kembali dari masa peminjaman ke klub asal Liga Inggris lainnya Derby Country pada bulan Januari lalu.

Ibe berhasil tampil sebanyak 12 kali bersama tim utama musim ini dan diprediksi akan memiliki peran penting bagi klub yang bermarkas di Stadion Anfield ini, musim depan. Berita perpanjangan kontrak Ibe menjadi angin segar mengingat saat ini kapten Liverpool Steven Gerrard bersiap untuk melakukan perpisahan dengan The Reds menuju Los Angeles Galaxy di Major League Soccer musim panas ini, Sementara winger Raheem Sterling menolak untuk memperpanjang kontrak baru beberapa bulan lalu. Dengan ini, Ibe bersama Daniel Sturridge, Philippe Coutinho, dan Jordan Henderson memastikan untuk berkomitmen tetap bertahan di Anfield musim depan.  

Hal ini diamini oleh sang arsitek Brandon Rodgers. Manajer Liverpool ini mengklaim bahwa Jordon Ibe akan segera menandatangani kontrak baru sebelum musim ini berakhir. Di tengah-tengah rumor bahwa pemain 19 tahun itu menunda-nunda pembicaraan soal perpanjangan kontrak, Rodgers berkomentar bahwa Ibe sangat bahagia di Liverpool, dan ia melihat dirinya pantas untuk berada di Liverpool.
Jordon Ashley Femi Ibe, lahir di kota Bermondsey, wilayah London Selatan. Karir sepak bolanya dimulai ketika Ibe berusia 12 tahun dan bergabung bersama tim muda Wycombe Wanderers setelah dibeli dari tim Charlton Athletic. Pada tahun 2011, dilaporkan bahwa Jordan Ibe telah sepakat bekerja sama dengan salah satu klub raksasa Liga Premier Inggris Liverpool. Walupun ini adalah pra kontrak, namun Ibe sangat senang karena jalan untuk menjadi pemain profesional sesungguhnya telah dibuka.

Pada tahun 2012, Ibe membuat debut pertamanya dengan Liverpool pada pertandingan pra musim melawan salah satu klub anggota MLS Toronto. Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1 dan Ibe masuk sebagai starter sebelum digantikan Joe Cole. Untuk karir internasionalnya sendiri dimulai pada taun 2012. Saat itu Jordon Ibe masuk dalam skuad utama The Three Lions Inggris di bawah usia 18 tahun (U-18).dan bemain selama 69 menit dalam pertandingan kontra Italia. Pada musim 2013-14, Ibe diumumkan masuk skuad cadangan Liverpool dan memakai seragam bernomor punggung 33 menggantikan Jonjo Shelvey yang hijrah ke Swansea City. Ibe memulai debut bersama Liverpool setelah memiliki nomor punggung di Piala Liga pada bulan Agustus 2014 dan bermain selama 120 menit pada saat Liverpool berjumpa Notts Country di babak kedua Piala Liga.

Platini Anggap Pogba Bukanlah Bintang Lapangan

Platini Anggap Pogba Bukanlah Bintang Lapangan

Siapa yang tak mengenal sosok Paul Pogba. Pemain sepak bola asal Perancis ini menunjukkan prestasi gemilangnya bersama Juventus. Bersama Juventus, Pogba berhasil meraih Piala Super Italia di tahun 2012 dan 2013 serta Piala Serie A musim 2012-2013 dan 2013-2014. Dengan prestasi tersebut maka tak heran jika mantan klub terdahulunya Manchester United menilai Pogba merupakan seorang pemain yang kuat, kreatif dan terampil. Bahkan setelah ia hijrah ke Juventus, klub barunya tersebut pun turut memberikan julukan padanya yaitu Polpo Paul yang artinya Paul si Gurita. Ia dijuluki gurita karena ia memiliki kaki yang panjang dan berbentuk seperti tentakel gurita saat ia berlari.

Banyaknya prestasi yang dimiliki Pogba tidak membuat Michel Platini terpukau dengan sosok Pogba. Mantan pemain Bianconeri ini menilai bahwa Pogba bukanlah seorang bintang lapangan. Platini memiliki penilaian berbeda terhadap Pogba. Platini yang menjabat sebagai Presiden Konfederasi Sepak Bola Eropa atau UEFA ini menganggap bahwa Pogba belum pantas disebut sebagai bintang lapangan dan disetarakan dengan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Ia mengatakan bahwa seorang bintang lapangan haruslah mampu mencetak gol dalam jumlah yang banyak. Dan dia belum melihat itu dari Pogba. Hal itu terbukti selama 125 laga Pogba bersama The Old Lady, Pogba hanya mampu mencetak 24 gol saja. Ini tentu saja berbeda dengan Messi dan Ronaldo. Dimana mereka mampu mencetak sekitar 50 gol hanya dalam waktu satu musim saja. Melihat catatan gol Pogba itu, Platini pun langsung beranggapan bahwa prestasi Pogba belum bisa menandingi prestasi Messi dan Ronaldo, sang bintang lapangan sesungguhnya.

Penilaian sosok legenda sepak bola asal Perancis tersebut sepertinya tidak sejalan dengan beberapa klub besar Eropa. Terbukti banyak klub besar Eropa yang menaruh minat terhadap sosok gelandang berusia 22 tahun tersebut. Manchester United, Real Madrid, Barcelona dan Paris Saint Germain adalah klub yang berambisi untuk mendatangkan Pogba ke markas mereka masing-masing. Namun hingga saat ini Pogba masih memilih untuk bertahan bersama Juventus di Torino.

Sosok yang bernama lengkap Paul Labile Pogba ini lahir pada 15 Maret 1993. Karir sepak bola seniornya dimulai bersama Manchester United di tahun 2011 lalu. Namun sayangnya ia hanya bertahan selama satu tahun di Old Trafford. Kemudian di tahun 2013 ia pun hengkang ke Juventus. Selain cemerlang dalam karir klub, ternyata Pogba juga berpenampilan cukup bagus bersama timnas Perancis. Saat ia bersama Timnas Perancis U-20, ia berhasil menyumbang Piala Dunia U-20 FIFA. Sejak tahun 2013 ia turut memperkuat timnas senior Perancis hingga saat ini. Selain itu ia juga memiliki prestasi individu berupa bola emas piala dunia FIFA U-20.

Radja Nainggolan Masih Betah Di AS Roma

Radja Nainggolan Masih Betah Di AS Roma

Gelandang asal Belgia Radja Nainggolan menegaskan bahwa dirinya masih suka dan betah di AS Roma. Pernyataannya tersebut sontak langsung menepis semua isu yang beredar. Isu tersebut mengatakan terkait masa depannya di AS Roma yang akan hijrah ke klub lain. Beredarnya isu tersebut membuat beberapa klub besar langsung melirik pemain berusia 27 tahun tersebut. Bahkan sang manajer Manchester United, Louis Van Gaal berani mengungkapkan bahwa Nainggolan merupakan sosok pemain yang sangat dibutuhkan MU untuk memperkuat barisan tengah tim. Namun sayangnya setelah Nainggolan melontarkan pernyataannya tersebut, maka pupus pula harapan MU untuk mendatangkan pemain berkepala plontos tersebut.

Selain MU ternyata klub satu negaranya, Juventus juga menaruh minat kepada Nainggolan. Bahkan ada kabar beredar bahwa Juve mematok harga yang cukup tinggi demi mendatangkan pemain berdarah Indonesia itu ke Torino. Fabio Paratici, direktur olahraga Juventus mengatakan bahwa dirinya telah bernegosiasi dan menyiapkan segala sesuatu terkait tentang penawaran transfer Nainggolan ke Juve. Tak tanggung-tanggung, Juve menjanjikan akan memberi gaji sebesar 3,7 juta euro pada setiap musimnya. Angka tersebut diharapkan akan meluluhkan hati Nainggolan mengingat saat ini dirinya hanya digaji 1,8 juta euro setiap musimnya oleh Juve. Namun sayangnya keseriusan Juve tidak ditanggapi positif oleh Nainggolan.

Rasa betah Nainggolan di Olimpico ternyata juga dibuktikan dengan tanda tangan kontrak yang telah ia sepakati. Dalam kontrak tersebut tercatat bahwa dirinya akan terus memperkuat tim asuhan Rudi Garcia hingga tahun 2018 mendatang. Ketika Nainggolan ditanya media setempat terkait rasa betahnya di AS Roma, ia pun menjawab bahwa sampai saat ini klub AS Roma masih bisa memahami apa yang menjadi keinginannya. Sehingga rasa itulah yang membuat ia nyaman dan betah bersama klub asal Italia tersebut. Sejak bergabungnya Nainggolan bersama AS Roma pada tahun 2014 lalu, ia selalu menyuguhkan penampilan yang cemerlang. Sampai detik ini, ia telah menyumbangkan sebanyak tujuh buah gol serta delapan assist selama 64 pertandingan.

Sebelum hijrah ke AS Roma, Nainggolan pernah bermain di Cagliari dari tahun 2010 hingga 2014 dan Piacenza dari tahun 2006 hingga 2010. Pria kelahiran Antwerpen, 4 Mei 1988 ini dulunya memulai karir junior bersama Germinal Beerschot dan Piacenza. Prestasi pertamanya saat mengenakan seragam Giallorossi ia tunjukkan pada tanggal 9 Januari 2014 lalu, yaitu saat AS Roma melawan UC Sampdoria. Pertandingan Coppa Italia tersebut menghasilkan kemenangan AS Roma 1-0. Kemenangan tersebut membuat AS Roma berhasil lolos pada babak perempat final. Di ajang yang sama, Nainggolan juga berperan dalam menyingkirkan Juventus. Untuk karir internasionalnya, pada 29 Mei 2014 Nainggolan resmi bergabung dengan timnas Belgia. Debut pertamanya saat Belgia melawan Chilli dalam pertandingan Piala Kirin.

Akhirnya Juventus Miliki Dybala

Akhirnya Juventus Miliki Dybala

Para Juventini patut berbahagia. Pasalnya sang pelatih Palermo, Giuseppe Iachini menyampaikan pernyataan resminya terkait masa depan anak asuhnya di Palermo yaitu Paulo Dybala. Usai Palermo memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0 lawan Cagliari pada hari Minggu 17 Mei lalu, pelatih berusia 50 tahun tersebut langsung menggelar jumpa pers dengan wartawan. Dalam jumpa pers tersebut Iachini sekaligus mengabarkan bahwa proses transfer Paulo Dybala dengan Juventus sudah mendekati tahap akhir. Pernyataan tersebut pastinya disambut baik oleh para fans Juventus karena kedatangan Dybala untuk memperkuat skuat Italia tersebut sudah ditunggu-tunggu. Bahkan salah satu media setempat juga mengutip bahwa proses transfer Dybala hanya tinggal menyelesaikan beberapa detail kecil.

Dalam dunia persepakbolaan, proses transfer antar pemain memang selalu menjadi perbincangan hangat. Untuk Paulo Dybala, dikabarkan proses tranfernya menuju Juvedipatok dengan harga yang cukup tinggi. Banyak desas-desus yang mengatakan bahwa Juve rela menggelontorkan dana hingga 28 juta euro untuk mendatangkan Paulo Dybala ke markas Juve. Transfer Dybala ini dilakukan karena pemain berusia 21 tahun tersebut menolak untuk memperpanjang kontrak dengan Palermo pada awal tahun. Presiden klub asal Sisilia, Maurizio Zamparini enggan untuk kehilangan sosok Dybala dengan cuma-Cuma. Oleh sebab itu Dybala masuk ke dalam deretan daftar jual klub. Keputusan Palermo untuk menjual Dybala sontak disambut baik oleh beberapa klub besar Eropa. Mulai dari Arsenal, Manchester United, Chelsea dan Juventus. Dari beberapa klub elit tersebut, Dybala akhirnya memutuskan untuk berlabuh di Juventus.

Menanggapi perpindahan bekas anak asuhnya tersebut, Iachini memprediksikan bahwa Dybala akan sangat bagus jika disandingkan dengan Alvaro Morata dan Carlos Tevez. Pelatih asal Italia itu menilai bahwa Morata dan Tevez memang memiliki karakteristik yang berbeda. Namun akan menjadi trio yang indah jika disatukan bersama Dybala. Ia juga menambahkan bahwa Dybala merupakan sosok pemain yang mudah beradaptasi, sehingga ia bisa saja menjadi partner yang cocok bersama pemain lainnya.

Pemain yang memiliki nama lengkap Paulo Bruno Dybala ini merupakan warga negara Argentina yang lahir pada 15 November 1993. Karir sepak bola Dybala baru dimulai ketika ia bergabung bersama Palermo. Selama bermain dengan Palermo, ia memberikan penampilan yang cemerlang sehingga tak heran jika ia selalu tampil sebagai bintang lapangan. Cara bermain yang ia lakukan dinilai mirip seperti penyerang Italia, Vincenzo Montella dan penyerang Argentina, Sergio Aguero. Baru bergabung selama 3 tahun dengan Palermo, kini Dybala mulai mengembangkan sayap karirnya bersama Juventus. Kedatangan Dybala ke Torino diharapkan mampu memperkuat skuat asuhan Massimiliano Allegri dengan menciptakan segudang prestasi. Prestasti Juventus kini kian cemerlang karena Juve baru saja lolos menuju babak final melawan Barcelona pada ajang UEFA Champions League.

Ancelotti Diprediksi Akan Didepak Musim Ini

Tersingikir dini di Copa del Rey, tersingkir di semi final Liga Champion, dan tertinggal 4 angka dari pimpinan klasemen sementara La Liga telah membuat nasib pelatih Real Madrid saat ini, Carlo Ancelotti, diprediksikan hanya tinggal menunggu waktu lagi. Bahkan hal tersebut diprediksikan oleh mantan presiden Real Madrid sendiri, Ramon Calderon. Spekulasi tentang pemberhentian Carlo Ancelotti di kursi pelatih Real Madrid memang sudah semakin santer terdengar dimana-mana apalagi setelah tersingkirnya Los Merengues di semi final Liga Champion musim ini. Karena itulah satu-satunya kesempatan besar yang ada ditangan El Real setelah tertinggal 4 angka dari Barca di La Liga.

Setelah mengalami hasil kurang memuaskan di pertandingan terakhir La Liga dan harus tertinggal di posisi kedua di bawah Barca dengan raihan 86 poin. Madrid harus mengubur asa untuk meraih trofi Liga Champion musim ini setelah menelan hasil imbang dengan Juventus dan tidak bisa menang agregat setelah kalah dipertandingan leg pertama yang dilangsungkan di kandang Juve. Saat menjamu Juventus di leg kedua, Ronaldo dan kawan-kawan tidaklah tanpa perlawanan karena mereka memiliki banyak peluang namun tak bisa memaksimalkannya menjadi gol. Satu-satunya yang menjaga harapan mereka adalah gol penalti CR7 di babak pertama yang kemudian berhasil dibalas oleh Morata di paruh kedua yang sekaligus mengubur asa Los Blancos untuk mendapatkan tiket ke Berlin.

Mereka pun harus mengamini kemenangan Si Nyonya Tua yang menang agregat 3-2 dan mendapatkan tiket menuju final Liga Champion yang akan diselenggaran 6 Juni mendatang. Madrid disisi lain harus menerima kemungkinan besar akan puasa gelar musim ini. Bagaimanapun mereka telah tersingkir di Copa del Rey bahkan sejak 16 besar dan di La Liga, berada di posisi kedua dengan perbedaan yang cukup jauh dari sang rival yang hanya membutuhkan satu lagi kemenangan untuk meraih gelar La Liga Spanyol musim ini membuat asa Real Madrid menipis karena saat ini hanya tinggal dua laga yang tersisa di La Liga.

Rentetan hasil buruk itu pun mempengaruhi nasib sang pelatih asal Itali, Carlo Ancelotti. Calderon yang merupakan mantan Presiden Los Galacticos pada 2006-2007 menyebutkan bahwa kemungkinan besar Don Carlo tidak akan bertahan di El Real. Ia menjelaskan bahwa menjadi pelatih Madrid memang memiliki tuntutan yang sangat tinggi. Menurutnya, siapa yang akan bertahan adalah siapa yang tahu cara kerja di persepakbolaan. Menurutnya, para pelatih pasti akan merasa sulit menangani Real Madrid dengan tuntutan-tuntutannya, bahkan hanya ada satu pelatih yang sanggup bertahan selama tiga musim di Real Madrid dalam 40 tahun belakangan ini. Namun sampai saat ini, dia pun belum tahu keputusan apa yang akan di buat oleh Real Madrid mengenai ini.

Performa Harry Kane Menurun, Ada Apa?

Harry Kane, striker asal Tottenham Hotspur akhir-akhir ini performanya menurun.di beberapa pertandingan terakhir ia tak banyak menciptakan gol. Banyak pihak menduga menurunnya performa Kane diakibatkan karena dirinya kelelahan. Dugaan tersebut tidak dibenarkan oleh manajer dari Spurs yaitu Mauricio Pochettino. Manajer Spurs tersebut dengan jelas menjelaskan bahwa Kene sedang tidak kelelahan. Ia sedang dalam kondisi yang baik, hanya saja kondisi yang tidak memungkinkan untuknya mencetak gol seperti yang sebelumnya ia lakukan. Mencetak gol tak selalu bisa diprediksi. Bila pada pertandingan sebelumnya Kene banyak mencetak gol, tidak bisa dipastikan pada pertandingan berikutnya ia juga akan banyak mencetak gol, itulah kenyataan sepak bola.

Di musim ini Kane tampil dengan apik. Striker yang berusia 21 tahun itu telah berhasil menjadi top skorer setelah sebelumnya berhasil mengemas 30 gol dari 49 pertandingan yang diikutinya di seluruh kompetisi. Namun belakangan ini Kane justru jarang mencetak gol. Dalam 6 pertandingan yang diikutinya, ia hanya mampu mencetak satu gol. Alhasil dalam 8 pertandingan yang diikuti Spurs hanya bisa memenangi 2 diantaranya. Kane yang sebelumnya menjadi top skorer malah menurun performanya. Bukan karena kelelahan, manajer menegaskan bahwa ini murni karena keadaan yang tidak memungkinkan. Tidak selalu yang terbaik akan menjadi yang terbaik, begitulah mungkin yang dialami Kane di pertandingan terakhir ini. Ketidak beruntungan menjadi salah satu faktor kegagalan yang dialami Kane.

Namun tetap saja aneh apabila sebelumnya menjadi top skorer lantas turun pamor. Pastinya ada sesuatu yang terjadi dengan Kane, tapi entah apa itu. Klub seolah menutupi masalah yang ada dan hanya menyalahkan ketidakberuntungan yang melanda Kane. Namun apapun masalahnya semoga saja Kane bisa segera menyelesaikannya dan kembali bertanding dengan baik. Meski performanya menurun, manajer Spurs tetap bangga padanya. Ia memiliki musim yang fantastis dengan semua pencapaian yang didapatkannya. Mungkin memang kali ini ia memang kurang beruntung, entahlah. Sementara itu tidak ada klarifikasi apapun dari Kane soal berita tentang dirinya ini.

Saat ini The Spurs tengah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjalani musim depan dengan baik. Oleh karenanya ia harus bisa menuntaskan musim ini dengan sebaik mungkin, membuat evaluasi dari setiap pemain yang ada. Spurs harus mempersiapkan untuk hal-hal penting yang akan ada di musim selanjutnya. Mereka mencoba untuk melewatkan musim ini sebaik mungkin untuk bisa membuat persiapan yang baik dalam menyongsong musim depan yang tentunya banyak Liga yang bisa diikuti. Berlatih dengan keras akan terus dilakukan. Terutama bagi Kane yang akhir-akhir ini performanya menurun, dirasa sangat perlu untuk mengevaluasi diri dan mempersiapkan dirinya sebaik mungkin mengahadapi musim depan.

Jarang Berkontribusi, Bayern Munich Harus Jual Mario Gotze

Jarang Berkontribusi, Bayern Munich Harus Jual Mario Gotze

Menurutnya Gotze tidak bahagia di Bayern Munich meski menyukai keharmonisan di ruang ganti dan sesi latihan, sang legenda menyarankan Bayern untuk menjualnya.

Sebagaimana diketahui, Mario Gotze sempat diprediksi akan menjalani karir suksesnya bersama Bayern Munich semenjak didatangkan raksasa Bundesliga Jerman itu dari Borussia Dortmund pada kesempatan bursa transfer tahun 2013 lalu. Namun sampai sekarang, pemain yang berposisi sebagai Winger itu jarang sekali mendapat tempat di tim utama Die Roten, meski sejatinya dua pilar utama mereka di posisi yang sama (Robben dan Ribery) masih menepi karena cedera.

Salah seorang legenda Bayern Munich, Dietmar Hamann menilai bahwa Gotze tidak pernah mencatatkan kontribusi penting bagi Bayern Munich, dan dia menyarankan kepada klub tersebut untuk lekas menjual sang pemain.

“Mario Gotze sangat jauh dibawah bentuk terbaik dan nyaris tidak berkontribusi bagi Bayern musim ini. Bakal menjadi sebuah pilihan yang terbaik bagi klub dan sang pemain jika dia pindah musim ini”

“Gotze sepertinya suka dengan atmosfer yang lebih harmonis di sesi latihan Bayern, dan menurut saya klub akan menjualnya. Dia tidak bahagia di sana, dan klub juga tidak senang dengan dia. Jika keadaan nya terus seperti itu, saya rasa solusi terbaik adalah berpisah. Bayern akan menginginkan dana besar untuk Gotze sama seperti ketika mereka mendatangkannya dengan harga 30 Juta Pounds. Tapi apakah ada tim yang berani merogoh kocek sebesar itu adalah persoalan yang lain”

“telah muncul spekulasi pertukaran dengan Manchester United untuk Angel Di Maria, namun saya tak tahu apakah itu mungkin terjadi, namun saya rasa Di Maria merupakan pemain yang dibutuhkan Bayern, dan mereka harus mendatangkan pemain-pemain sekaliber dirinya” Ujar Hamann kepada Goal.

Guardiola Akui Lionel Messi Sudah Kembali ke Bentuk Terbaik

Guardiola Akui Lionel Messi Sudah Kembali ke Bentuk Terbaik

Meski pada pertandingan leg kedua semifinal itu Neymar adalah Bintang lapangan, tapi Pep Guardiola justru tetap melayangkan pujiannya kepada Lionel Messi yang dianggap sebagai pemain terbaik.

Anggapan itu muncul dari pemikiran Pep Guardiola karena dua gol yang dicetak Lionel Messi pada pertandingan leg pertama merupakan gol penentu kemenangan 3-0 Los Catalan atas skuat racikannya, terlebih Messi juga menciptakan assist atas gol ketiga yang dicetak Neymar pada pertandingan tersebut. Messi seolah sudah menutup peluang Bayern munich sejak leg pertama berkat aksi gemilangnya, dan menurutnya La Pulga kini sudah kembali ke bentuk terbaik sama seperti ketika Pep masih menangani raksasa Catalan tersebut.

“Dia sudah kembali ke bentuk terbaik dan dia sudah berada dalam posisi yang sama seperti ketika saya merasa terhormat bisa melatih pemain sepertinya. Dia pasti sudah kembali ke bentuk terbaik, dia merupakan seorang pemain terbaik sepanjang masa, dan dalam hal ini saya membandingkan dirinya dengan Pele (Legenda Brasil)”

“Saya sangat bahagia bisa menyaksikan sepakbola semacam ini” Ujar Pep kepaa Reporter setempat selepas pertandingan berlangsung.

Messi sendiri tidak mencetak gol dalam pertandingan leg kedua yang berlangsung di Allianz Arena, rabu dinihari (13/05), dua gol yang diciptakan Barcelona dalam pertandingan tersebut lahir dari kaki Neymar da Silva. Total, Neymar telah mencetak tiga gol dalam dua leg semifinal kontra Bayern, dan kini kapten Brasil itu duduk di peringkat kedua dalam daftar top skorer sementara Liga Champions dengan total sembilan gol.